Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel bertekad untuk pergi ke Rafah untuk melancarkan operasi, terlepas dari apakah ada perjanjian gencatan senjata atau tidak. Radio Angkatan Darat Israel telah melaporkan bahwa militernya dalam persiapan untuk serangan darat di Rafah. Israel disebut akan mengumumkan 'zona aman baru' di Gaza tengah.

Radio GLZ milik tentara mengatakan, zona tersebut adalah bagian dari persiapan evakuasi penduduk dari Rafah dan akan berlokasi di utara kamp pengungsi pusat Gaza. Diberitakan Al Jazeera , serangan Israel terhadap Rafah semakin intensif dalam beberapa pekan terakhir. Benjamin Netanyahu telah menegaskan kembali bahwa Rafah akan diserang dengan atau tanpa perjanjian gencatan senjata dari Hamas.

Sementara itu, penduduk Rafah dan tempat lain di Jalur Gaza telah lama mengatakan tidak ada zona aman di mana pun di wilayah yang dilanda perang tersebut. Tiga pemimpin tertinggi PBB telah meminta Israel dalam 24 jam terakhir untuk membatalkan serangan darat yang mereka takuti di Rafah, di mana sekitar 1,4 juta warga Palestina telah melarikan diri selama beberapa bulan terakhir untuk menghindari serangan Israel. VIDEO Israel Pertimbangkan Alternatif Serangan Besar ke Rafah, Meski Dikecam Dunia

Israel Pertimbangkan Alternatif Serangan Besar di Perbatasan Mesir Jika Invasi Rafah Batal UNRWA Bantah Klaim Israel yang Kebelet Serang Rafah: Jutaan Warga Sipil Belum Dievakuasi Pembantaian di Rafah, Israel Tewaskan 12 Orang dalam Satu Serangan Udara, Termasuk Anak dan Wanita

Ini Wajah 3 Tentara Israel yang Tewas, 11 Lainnya Luka Akibat Serangan Roket Hamas dari Rafah Israel akan Menyerang Rafah di Gaza dengan atau Tanpa Kesepakatan Terkait Sandera, kata Netanyahu Abaikan Negosiasi Damai, Israel Ngotot Tetap Serang Rafah

Terkena Rudal, 3 Tentara Israel Tewas saat Menata Peralatan untuk Invasi ke Rafah Dalam panggilan telepon dengan Netanyahu pada Minggu (28/4/2024), Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menegaskan kembali posisinya yang jelas mengenai Rafah, kata pernyataan Gedung Putih. Biden sebelumnya menggambarkan invasi ke Rafah sebagai 'garis merah'.

Namun pada Selasa (30/4/2024), Netanyahu bersikeras bahwa perang akan terus berlanjut sampai Israel mencapai semua tujuannya di Rafah. “Gagasan bahwa kita akan menghentikan perang sebelum mencapai semua tujuannya adalah mustahil,” katanya, dilansir BBC . “Kami akan memasuki Rafah dan kami akan menghilangkan batalion Hamas di sana dengan atau tanpa kesepakatan, untuk mencapai kemenangan total,” menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Netanyahu.

Sekitar 130 sandera dari 253 sandera yang diculik oleh Hamas selama serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel pada 7 Oktober masih belum ditemukan. Setidaknya 34 di antaranya diperkirakan tewas. Lalu, sisanya telah dibebaskan atau diselamatkan.

Di sisi lain, ketua organisasi pengungsi PBB telah memperingatkan bahwa invasi yang akan terjadi menyebabkan orang orang di Rafah hidup dalam kondisi gangguan stres traumatis yang terus menerus. “Warga belum diminta untuk mengungsi dari Rafah, namun ada perasaan bahwa jika tidak ada kesepakatan minggu ini, hal itu bisa terjadi,” kata Philippe Lazzarini kepada wartawan. "Rekan rekan saya di lapangan menggambarkan keadaan trauma yang terus menerus terjadi di masyarakat," jelasnya.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, serangan terhadap Rafah akan menjadi eskalasi yang tak tertahankan. "Semua pihak yang memiliki pengaruh terhadap Israel untuk melakukan segala daya mereka untuk mencegahnya," ujarnya. Diketahui, lebih dari separuh penduduk Gaza yang berjumlah 2,5 juta jiwa berada di Rafah, mengungsi ke sana untuk menghindari pertempuran di bagian lain wilayah tersebut.

Kondisi di kota yang padat penduduk ini sangat buruk, dan para pengungsi di sana mengeluhkan kekurangan makanan, air, dan obat obatan. Presiden Palestina yang berbasis di Tepi Barat Mahmoud Abbas mengatakan pada hari Senin bahwa invasi ke Rafah akan menjadi bencana terbesar dalam sejarah rakyat Palestina. Sementara, sumber sumber Israel mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa rencana untuk menyerang Rafah akan dibatalkan demi masa tenang yang berkelanjutan, jika perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel tercapai.

Kini, setidaknya 34.535 warga Palestina telah tewas dan 77.704 terluka dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023. Jumlah korban tewas di Israel akibat serangan Hamas pada 7 Oktober mencapai 1.139 orang dengan puluhan orang masih ditawan.

Related Posts