Berikut ini rangkuman peristiwa yang terjadi dalam perang Israel Hamas pada Selasa (2/7/2024). Belum lama ini, media Israel melaporkan kalau Pasukan Pertahanan Israel (IDF) butuh waktu empat minggu untuk menyelesaikan operasi di Kota Rafah, Jalur Gaza. Menurut Channel 12 Israel mengklaim IDF memperkirakan bahwa empat minggu tambahan diperlukan untuk menyelesaikan operasi militernya di kota Rafah di selatan Gaza.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa IDF juga membutuhkan beberapa minggu lagi untuk menghilangkan terowongan yang tersisa di kota tersebut. Dalam perkembangan lain terkait situasi di Gaza, Menteri Keuangan sayap kanan Israel Bezalel Smotrich mengkritik keputusan pemerintah Israel untuk memasok listrik ke pabrik pembuangan limbah dan desalinasi air di Gaza. Militer Israel menanggapi dengan mengatakan bahwa tindakan itu penting untuk memerangi dan mencegah penyakit yang dapat mengancam tawanan dan tentara Israel.
Dikatakannya, pabrik desalinasi akan menyediakan air minum untuk Deir el Balah dan Khan Yunis, tempat sebagian besar penduduk Gaza sekarang tinggal. Militer menambahkan bahwa mereka menerima izin untuk memulihkan pasokan listrik dari pimpinan politik Israel. Israel Diperintahkan Serangan Iran dan Hizbullah Terlebih Dahulu, IDF: Kita Jangan Menunggu Diserang Serambinews.com
Media AS Ulas 6 Skenario Serangan AS Terhadap Iran jika Berani Menyerang Israel Serambinews.com Hal ini juga mengingatkan publik bahwa “mata dunia dan tentu saja mata Amerika Serikat tertuju pada pertanyaan tentang bagaimana kita akan menangani masalah kemanusiaan dan sipil dalam persiapan operasi di Rafah”. Pada awal musim panas, ladang ladang Gaza biasanya dipenuhi tanaman matang dan buah buahan dengan berbagai warna, aroma, dan ukuran.
Namun, hampir sembilan bulan setelah perang Israel di Gaza, hasil panen yang melimpah di wilayah itu telah berubah menjadi kehancuran dan krisis kemanusiaan yang mengerikan. Laporan PBB menyebutkan 96 persen penduduk Gaza mengalami kerawanan pangan dan satu dari lima warga Palestina, atau sekitar 495.000 orang, menghadapi kelaparan. Citra satelit yang dianalisis oleh tim investigasi digital Al Jazeera, Sanad, menunjukkan bahwa lebih dari separuh (60 persen) lahan pertanian Gaza, yang penting untuk memberi makan penduduk yang kelaparan di wilayah yang dilanda perang itu, telah rusak atau hancur akibat serangan Israel.
Dalam 24 jam terakhir situasi di wilayah timur Khan Younis cukup sulit bagi para penduduk. Di Khan Yunis, Gaza selatan, artileri Israel terus menembaki wilayah timur kota itu. Khan Yunis berada di bawah serangan militer besar besaran dan kendali penuh Israel selama empat bulan.
Seluruh kota hancur dan semua layanan sosialnya hancur. Kini gelombang baru pemindahan paksa mendorong penduduk dari wilayah timur Khan Yunis ke wilayah tengah dan barat kota, termasuk “zona evakuasi” al Mawasi, yang sebagian besar tidak aman karena berulang kali dibom. Kurangnya bahan bakar memaksa orang orang berjalan kaki bermil mil atau menggunakan hewan untuk menarik kereta untuk berangkat.
Pergerakan terus menerus dan pemindahan paksa ini berdampak buruk pada penduduk yang telah mengalami trauma dan mengungsi selama sembilan bulan terakhir. Sedikitnya delapan warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan beberapa rumah yang menampung orang orang terlantar di wilayah al Fukhari, Qizan Abu Rashwan, dan Khuza'a. Pesawat nirawak Israel telah menembaki penduduk di lingkungan Shujayea, Kota Gaza. Daerah tersebut juga menjadi sasaran penembakan artileri hebat selama enam hari berturut turut.
Di Jalur Gaza bagian tengah, pesawat tempur dan artileri Israel menargetkan wilayah utara kamp pengungsi Nuseirat. Serangan udara Israel menghancurkan dua rumah di sana, menewaskan dua warga Palestina, termasuk seorang anak. Di Rafah, pesawat tempur Israel mengebom rumah rumah di lingkungan barat kota, dengan penembakan artileri terus menghantam sebagian besar wilayah timur dan barat.
