Setelah sukses dengan pameran Ilustrasiana #1 di tahun 2022, Bentara Budaya mempersembahkan pameran Ilustrasiana #2, dengan tema ' Peace In Diversity' . Pameran Ilustrasiana #2 tidak hanya berkolaborasi dengan seniman dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri. Dan setelah Jakarta, pameran ini akan digelar di Yogyakarta yang tentu saja komposisi karya pameran akan menarik karena penambahan karya dari ilustrator yang berdomisili di Yogyakarta.
Sehingga penambahan karya ini memperkaya diversitas yang menjadi tema dari Ilustrasiana tahun ini. Pameran Ilustrasiana #2 akan diselenggarakan di Bentara Budaya Yogyakarta Jl. Suroto No.2, Kotabaru, Yogyakarta Pembukaan Pameran Rabu, 10 Juli 2024, pukul 19.00 WIB, dibuka oleh Suwarno Wisetrotomo (Dosen Pascasarjana ISI Yogyakarta).
Pameran Ilustrasiana #2 dimeriahkan oleh Jogja Blues Forum (JBF), pameran berlangsung 11 17 Juli 2024, pukul 10.00 18.00 WIB Diketahui, kata diversity (diversitas) secara harafiah ditarik masuk dalam pameran ini dengan apa adanya. Kalender Juli 2024 Lengkap dengan tanggal 29 Juli 2024 Memperingati Hari Apa di Indonesia? Posbelitung.co
NasDem Resmi Bakal Usung Anies Baswedan di Pilgub DKI Jakarta 2024 Wartakotalive.com Maka diversitas terlihat melalui corak, aliran, teknik presentasi dan lain sebagainya yang mengumpulkan kembali kekhususan kekhususan dalam ilustrasi, seperti seni gambar (drawing), seni kartun, doodle, ilustrasi sekuensial dan lain lain yang sebelumnya mengerucut ke dalam sub sub untuk dalam khasanah ilustrasi, maka oleh sebab itulah pameran ini bernama Ilustrasiana. “Suarakanlah perdamaian, setidaknya di lingkungan sendiri dengan kapasitas dan bahasa masing masing.”
Semangat ini mendorong Bentara Budaya untuk memilih ' Peace in Diversity ' sebagai tema Pameran Ilustrasiana hasil pilihan para kurator Bentara Budaya. Berbeda dari pameran Ilustrasiana sebelumnya, kali ini cakupan kepesertaan ditingkatkan menjadi internasional dengan mengundang ilustrator dari Malaysia, Jepang, Turki, Cina, Afrika Selatan, Belanda, Jerman, Perancis dan Kanada untuk menampilkan hasil penafsiran mereka atas perdamaian, sehingga di pameran ini kita dapat melihat arti keberagaman serta harapan dari para ilustrator melalui bahasa visual dan perspektif mereka mengenai perdamaian dan keberagaman. Beng Rahadian, penulis komik dan dosen didaulat oleh Bentara untuk kembali menjadi kurator tamu di Ilustrasiana #2, dirinya mengajak para seniman untuk merespon konsep kedamaian dalam bentuk karya masing masing.
"Mari terus memperjuangkan rasa damai melalui karya," ujar Beng Rahadian. Pameran ini diadakan sebagai respons terhadap situasi yang sering kali mengabaikan kedamaian atau memanfaatkan citra damai untuk kepentingan kekuasaan. "Secara keseluruhan tantangan dalam menjawab perdamaian itu sulit diwujudkan secara total. Impian itu nyaris menjadi utopia, angan angan, mimpi. Melihat bagaimana PBB kesulitan untuk mewujudkan misi perdamaian dunia, meski disokong oleh ratusan negara dan memiliki mekanisme untuk "memaksakan" agenda perdamaian di negara negara konflik," bunyi dalam rilis.
Terlebih, lanjutnya, para seniman yang berbicara melalui karya seni yang beredar secara terbatas. "Namun, dalam keterbatasan itu, bahasa visual sejatinya berpotensi untuk menawarkan perspektif yang tidak biasa, unik, dan mengejutkan. Ekspresi rupa bisa menghasilkan sensasi yang menyentuh hati publik. Semoga sensasi itu dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perdamaian." Agah Nugraha Muharam Ajay Ahdiyat Alim Bakhtiar Alodia Yap Andi Yudha Asfandiyar Arif Rafhan (Malaysia) Bambang Wahyudi Chandra Rosselinni Cindy Saja Damuh Bening Djoko Susilo Dody YW Emmanuel Lemaire (Perancis) FX Widyatmoko Koskow Gordon James (Kanada) Gus Dark Ika W. Burhan I Putu Pinky Sinanta Jiang Yuxin(China) Kahou Nakabayashi (Jepang) Kathrinna Rakhmavika Li Zefeng (China) Liuke (China) Luna Matara Luo Xiaomeng(China) Mahendra Oka Maria Aurellia Putri Utami Martijn Versteeg (Belanda) Michael Valentino Nai Rinaket Oguz Gurel (Turki) Oscar Artunes Rato Tanggela Seto Parama Artho Shen Guoju (China) Thomdean Toni Masdiono Volkmar Hoppe (Jerman) Wilson Mgobhozi (Afrika) Xiang Yu Yang (China)
