Warga Afrika Selatan pada hari Sabtu mengadakan protes di luar Kedutaan Besar Israel di ibu kota Pretoria untuk mengutuk serangan berkelanjutan Tel Aviv terhadap Gaza dan Lebanon, Anadolu Agency melaporkan. Sambil mengibarkan bendera Palestina dan Lebanon, para pengunjuk rasa membawa plakat yang menuntut keadilan, perdamaian, dan seruan untuk diakhirinya serangan Israel di Timur Tengah. “Boikot Israel yang menganut apartheid,” “Kebebasan untuk Palestina,” “Keheninganmu akan dipelajari oleh cucu cucumu,'' tulis beberapa poster.

Massarah Rejeb, yang mengorganisir protes tersebut, mengatakan kepada Anadolu bahwa mereka pergi ke misi Israel untuk meminta dan menuntut gencatan senjata segera dan tidak dapat dibatalkan di Palestina dan Lebanon. Soal & Kunci Jawaban Kisi Kisi PAS/UAS Mapel IPS Semester 1 Kelas 8 SMP/MTs, Kurikulum Merdeka Latihan Soal & Jawaban PKN Kelas 1 SD Bab 2 Semester 1 Kurikulum Merdeka, Aku Anak yang Patuh Aturan

Soal Ulangan BAB 3 Bahasa Indonesia Kelas 8 SMP Kurikulum Merdeka, Menulis Artikel Ilmiah Populer Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka, Kunci Jawaban Halaman 115 Kosakata Baru 15 Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas 4 SD BAB 4 Semester 1 Kurikulum Merdeka, Meliuk dan Menerjang

Kumpulan Soal UTBK 2024 Tes Potensi Skolastik, Lengkap dengan Pembahasan Penalaran Umum dari Guru 40 SOAL Ulangan IPS Kelas 9 Kurikulum Merdeka Tahun 2024 Pilihan Ganda Lengkap Kunci Jawaban Sekitar 300 orang, termasuk anggota serikat pekerja, warga Lebanon yang lahir di Afrika Selatan, dan warga Palestina, bergabung dalam demonstrasi tersebut.

"Kami datang ke kedutaan Israel untuk memprotes genosida yang sedang berlangsung di Palestina yang kini menyebar ke Lebanon dan mengancam pembantaian di seluruh wilayah," kata Mametlwe Sebei, kepala Serikat Pekerja Industri Umum Afrika Selatan, kepada Anadolu. Sebei mengatakan mereka berkumpul untuk mengekspresikan solidaritas mereka dengan rakyat Lebanon dan perlawanan mereka, sebagaimana yang dilakukan warga Afrika Selatan terhadap Palestina. Ia mengatakan sangat penting untuk mengirim pesan bahwa rakyat Afrika Selatan akan terus bertahan, meningkatkan solidaritas mereka dengan rakyat heroik Lebanon, Palestina, dan Timur Tengah, yang terus melawan “kolonialisme Zionis.”

Tuntutan para pengunjuk rasa termasuk seruan kepada pemerintah Afrika Selatan, yang telah mengajukan kasus genosida terhadap Israel di Mahkamah Internasional, untuk menutup kedutaan Israel di Pretoria sebagai sikap tegas terhadap agresi yang sedang berlangsung di Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon. Mereka juga meminta Afrika Selatan untuk menghentikan semua hubungan perdagangan dengan Israel, khususnya di bidang batu bara. Israel terus melancarkan serangannya di Jalur Gaza sejak serangan Hamas tahun lalu, menewaskan lebih dari 43.600 orang, sebagian besar wanita dan anak anak.

Konflik telah menyebar ke Lebanon, dengan Israel terus melancarkan serangan mematikan di seluruh negeri sejak akhir September, sebuah eskalasi dari perang lintas perbatasan selama setahun antara Israel dan Hizbullah sejak dimulainya perang Gaza. SUMBER: MIDDLE EAST MONITOR

Related Posts